Selasa, 27 Januari 2015

Yang Tersisa Dari RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang dan Puisi Bung Tomo Untuk Yos Sudarso

Mungkin tak banyak dari kita yang tahu bahwa masih tersimpan sisa-sisa dari dua kapal perang TNI AL yaitu RI Macan Tutul dan RI Macan Kumbang yang terlibat dalam pertempuran Laut Aru melawan Belanda. Juga Bung Tomo, pejuang muslim yang menuliskan puisi untuk sahabatnya Jos Sudarso yang seorang Kristen.

Kedua benda ini masih tersimpan di Surabaya, di Museum Loka Jala Crana. Berikut adalah foto kedua benda tersebut.

Pelampung RI Matjan Tutul

Pelampung RI Matjan Kumbang

Puisi Bung Tomo

Ilustrasi pertempuran

Isi Puisi Bung Tomo untuk Jos Sudarso :

Jos Salibmu

Kita ini semasa, sederap, seirama Jos
Pak Dirman, Ngurah Rai dan Dikau
Dan kita semua orang orang 45
Pak Dirman Islam beriman
Ngurah Rai ikut Dewata Agung
Dikau Jos berpegang pada salibmu

Betapa indah
Betapa megah
Lambang korban bersama

Jos, jasmanimu dipeluk kasih Ibu Pertiwi
Dibina langsung kepusar bumi
Dengan selubung
Tirta samudra
Dikala itu Jos, kita tahu
Kupadang salibmu
Dengan khidmat serta relamu

Tak dapat,
Tak mungkin tertulis suatu
Diatas makammu dibumi ini

Tetapi sepanjang masa Jos
Dikala putera puteri Indonesia mengarungi samudera
Pelaut, nelayan, siapa saja
Denyut jantungnya kan kan pasti
Tersayat angin sepoi
Sedang bulan sabit dan bintang bintang berkilauan
Terbayang salibmu Jos
Menambah hening 
Indah dilautan

Juga dikala kabut ribut samudera raya
Dipucuk ombak menggunung
Yang putih membuih itu
Terpancang pula salib sucimu
Salibmu itu Jos, ada dimana-mana
Disetiap dada pecinta nusa

( Bung Tomo )


ditulis oleh : Ady Setyawan / 087852412254



Rabu, 22 Januari 2014

Wisata Gerilya ala Roode Brug Soerabaia

Jika pada umumnya orang menghabiskan akhir tahun dengan aneka macam kegiatan, maka kami sebagai komunitas pencinta sejarah pun memiliki cara yang tak kalah unik dimana di tahun ini kami menghabiskan waktu bersama dengan cara kami sendiri, yaitu melakukan wisata gerilya yang tentu saja sangat berbeda dengan wisata blusukan kota yang sudah biasa kami lakukan.

Berangkat hari Sabtu dari kota Surabaya kami mengendarai 6 mobil dan menginap disebuah villa di kawasan kota Batu, Malang. Dari lokasi tersebut kami dijemput oleh kawan kawan komunitas pencinta sejarah Malang yang menamakan diri "Reenactor Malang"

Acara dimulai jam 9 pagi kami meninggalkan area villa, jam 10 sampailah kami di lokasi yang ditentukan dan disanalah kami bertemu lagi dengan kawan kawan Reenactor Malang untuk melakukan perjalanan pendakian ke sebuah air terjun di kawasan Batu Selatan.

Perjalanan diawali dari jalan yang lebarnya cukup dilewati mobil, makin sempit, masih bisa dilewati motor, lalu jalan yang sulit buat sisipan orang, bahkan model jalanan yang bisa bikin kita jungkir balik kalau gak hati-hati.

awalnya sih jalannya masih lempeng lempeng saja
bahkan sampe salip salipan :) tampak laswi eli sedang dalam kecepatan tinggi
laswi Nia yang kecapekan disalip sama prajurit Peta, Gyuhei Ari
melewati medan yang penuh dengan tanaman liar,tampak bendera belanda hasil sergapan ;)
Mas Anton dari Reenactor Malang selalu mengingatkan agar berhatihati
diantara tebing dan jurang yang dalam
Ada juga yang kepalanya kena ulat bulu, derita gerilya :))

dan setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan sampailah kami di lokasi air terjun

Saling ulurkan tangan, saling membantu
ada juga yang tak kuat menahan pipis :)
Mas Anton menjelaskan tentang sejarah medan yang ditempuh peserta

Dan dibawah air terjun kamipun berfoto bersama, Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Malang...one big happy family :)

terimakasih Prima Kirti atas foto keluarganya