Rabu, 22 Januari 2014

Wisata Gerilya ala Roode Brug Soerabaia

Jika pada umumnya orang menghabiskan akhir tahun dengan aneka macam kegiatan, maka kami sebagai komunitas pencinta sejarah pun memiliki cara yang tak kalah unik dimana di tahun ini kami menghabiskan waktu bersama dengan cara kami sendiri, yaitu melakukan wisata gerilya yang tentu saja sangat berbeda dengan wisata blusukan kota yang sudah biasa kami lakukan.

Berangkat hari Sabtu dari kota Surabaya kami mengendarai 6 mobil dan menginap disebuah villa di kawasan kota Batu, Malang. Dari lokasi tersebut kami dijemput oleh kawan kawan komunitas pencinta sejarah Malang yang menamakan diri "Reenactor Malang"

Acara dimulai jam 9 pagi kami meninggalkan area villa, jam 10 sampailah kami di lokasi yang ditentukan dan disanalah kami bertemu lagi dengan kawan kawan Reenactor Malang untuk melakukan perjalanan pendakian ke sebuah air terjun di kawasan Batu Selatan.

Perjalanan diawali dari jalan yang lebarnya cukup dilewati mobil, makin sempit, masih bisa dilewati motor, lalu jalan yang sulit buat sisipan orang, bahkan model jalanan yang bisa bikin kita jungkir balik kalau gak hati-hati.

awalnya sih jalannya masih lempeng lempeng saja
bahkan sampe salip salipan :) tampak laswi eli sedang dalam kecepatan tinggi
laswi Nia yang kecapekan disalip sama prajurit Peta, Gyuhei Ari
melewati medan yang penuh dengan tanaman liar,tampak bendera belanda hasil sergapan ;)
Mas Anton dari Reenactor Malang selalu mengingatkan agar berhatihati
diantara tebing dan jurang yang dalam
Ada juga yang kepalanya kena ulat bulu, derita gerilya :))

dan setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan sampailah kami di lokasi air terjun

Saling ulurkan tangan, saling membantu
ada juga yang tak kuat menahan pipis :)
Mas Anton menjelaskan tentang sejarah medan yang ditempuh peserta

Dan dibawah air terjun kamipun berfoto bersama, Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Malang...one big happy family :)

terimakasih Prima Kirti atas foto keluarganya 


Jumat, 22 November 2013

Program Dokumenter Televisi Belanda

Televisi Belanda NCRV meliput tempat tempat pembantaian selama perang kemerdekaan di Indonesia, mulai dari desa Candi, Kebumen Jawa Tengah dimana terjadi pengeboman dan diperkirakan lebih dari 700 penduduk tewas  , dilanjutkan dengan pembantaian di Kali Progo, Temanggung Jawa Tengah yang memakan korban diperkirakan lebih dari 1600 orang, lalu di Malang Selatan dimana terjadi penyiksaan penduduk, pembakaran dan penembakan.

Dalam liputan dokumentasi ini juga diperlihatkan aktivitas komunitas penggiat sejarah Roode Brug Soerabaia yang berupaya menjaga kisah kisah sejarah bangsa agar tidak dilupakan oleh generasi muda, baik melalui kegiatan pencatatan maupun kegiatan reka ulang / reenactment.




ditulis oleh : Ady Setyawan
087852412254