Sunday , February 26 2017
Home / Article / Hogere Burger School (HBS) Surabaya.
Dari foto ini tampak bahwa dulunya SMA 9 adalah lapangan untuk olahraga dan upacara
Dari foto ini tampak bahwa dulunya SMA 9 adalah lapangan untuk olahraga dan upacara

Hogere Burger School (HBS) Surabaya.

Wilayah Ketabang adalah tanah luas dikembangkan sebagai perluasan kota pada tahun 1916 oleh pemerintah kota. Kondisi wilayah kota lama di sekitar pelabuhan sudah semakin sesak oleh pertumbuhan penduduk, sehingga pemerintah membuka pemukimam baru di wilayah selatan antara lain di daerah Ketaba, Gubeng dan Sawahan. Disini dibangun rumah-rumah pribadi, sekolah-sekolah, dan bangunan umum yang lain-lain. Gedung Balai Kota didirikan di sekitar Ketabang, yang dikelilingi rumah-rumah untuk pegawai pemerintah kota. 
 

Gedung sekolah yang masih ada hingga kini di kawasan ini adalah gedung yang dikenal sebagai SMA komplek yang pada jaman Belanda dikenal sebagai Hogere Burger School (HBS).  HBS atau setingkat SMA pada saat ini murid-muridnya adalah orang Belanda, namun ada beberapa bumi putera yang sekolah di sini. Ini dikarenakan orang tuanya seorang pamong praja yang memiliki kedudukan. 

Dibangun pada tahun 1923 dengan arsitek J Gesber dan berlokasi di HBS straat dengan nomor telepon Z993

Salah satu murid HBS adalah Soekarno, mantan Presiden RI pertama. Selain Ir. Soekarno, masih banyak lagi nama-nama siswa HBS yang sukses di pemerintahan. Diantaranya Dr. Roeslan Abdulgani, mantan Sekjen Deparlu, Menlu dan Penasehat Presiden Urusan BP7 Pusat. Dr. Soedjatmiko, mantan Dubes RI di PBB dan Rektor Universitas PBB di Tokyo. Dr. Widjojo Nitisastro, mantan Menteri Keuangan dan Ketua Bapennas RI dan juga salah seorang pengurus blog ini Ady Erlianto Setyawan,ST  :D:P

ruang kelas HBS
Suasana belajar dalam ruang kelas HBS.

 

Pintu gerbang HBS tahun 1920
Pintu gerbang HBS tahun 1920

 

HBS tampak depan
HBS tampak depan

 

Suasana diruang lab praktikum HBS
Suasana diruang lab praktikum HBS

 

Tugu untuk mengenang para guru dan pelajar yang gugur dalam pertempuran surabaya 1945
Tugu untuk mengenang para guru dan pelajar yang gugur dalam pertempuran surabaya 1945

 

Pintu gerbang HBS kini ( 2008 )
Pintu gerbang HBS kini ( 2008 )

 

Dulunya adalah menara intai, kini menjadi bagian dari gedung SMA Negeri 5 Surabaya
Dulunya adalah menara intai, kini menjadi bagian dari gedung SMA Negeri 5 Surabaya

 

Berita tentang HBS di harian sin tit po, Selasa 1 November 1938
Berita tentang HBS di harian sin tit po, Selasa 1 November 1938
Aula Utama
Aula Utama

 

Bagian dari SMA 5 Surabaya
Bagian dari SMA 5 Surabaya

 

Taman bagian dalam, tepat dibelakang gerbang masuk SMA 2
Taman bagian dalam, tepat dibelakang gerbang masuk SMA 2

 

Dari foto ini tampak bahwa dulunya SMA 9 adalah lapangan untuk olahraga dan upacara
Dari foto ini tampak bahwa dulunya SMA 9 adalah lapangan untuk olahraga dan upacara

 

Saat terjadi pertempuran 10 November 1945, sekolah ini dijadikan Markas Tentara Republik Indonesia Pelajar setelah berhasil direbut dari tentara Inggris pada pertempuran Surabaya fase pertama. Untuk mengenang yang telah gugur pada peristiwa pertempuran di kota Surabaya, telah dibangun prasasti batu yang diletakkan di depan sekolah.

Sedangkan pada zaman Jepang berkuasa digunakan sebagai markas batalion Rikugun


HBS kini dibagi menjadi empat bagian gedung yaitu SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 5 dan SMA Negeri 9 Surabaya


Dan yang sangat disayangkan adalah ada kabar beredar bahwa telah hilang salah satu ruang kelas di SMA Negeri 5 Surabaya yang dulu biasa disebut sebagai kelas bioskop mitra karena duduknya berjajar naik keatas ( lihat foto paling atas ) dengan alasan renovasi agar lebih modern, ruang kelas istimewa ini dibongkar pada sekitar tahun 2002 atau 2003 an,entah ruang kelasnya yang dipugar total atau hanya sebatas dinding dan lantai kunonya saja. Semoga tidak ada yang berubah =) 

Dan tambahan lagi sebagai catatan, pada masa itu lulusan HBS dapat melanjutkan pendidikan perguruan tinggi didalam negeri maupun ke negeri Belanda, dimana yang terkenal pada masa itu diantaranya NIAS ( kini fakultas kedoteran Unair dan THS / Technise Hogere School ( kini ITB ) dan para alumni HBS menguasai dengan baik bahasa Inggris, Belanda, Perancis dan Jerman.

 

Sumber : Berbagai Sumber
Foto Kuno : 
– arsip jatim
– grup FB: Hogere Burger School 

Author : Ady Setyawan.

About Ady Setyawan

Ady Setyawan, penulis dan penghobi sejarah terutama era perang kemerdekaan. Buku yang pernah diterbitkan berjudul "Benteng Benteng Surabaya". Menyukai aktivitas fisik luar ruang, lari lintas medan, menyelam, panahan dan terjun payung.

Check Also

museum_house_of_sampoerna_surabaya

Bioskop Sampoerna, Korban Pertama Front Pertempuran Surabaya

Kita mungkin sudah tidak asing mendengar nama Museum House of Sampoerna, namun bagaimana kisah sejarah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *