Home / Article / Wanita Amerika Itu Bernama Ktut Tantri.

Wanita Amerika Itu Bernama Ktut Tantri.

Ktut Tantri

 

Perempuan Amerika Serikat kelahiran Skotlandia ini bernama asli Susan Daventry-Walker, namun beberapa sumber menuliskan bahwa nama aslinya adalah muriel pearson

Siapapun nama aslinya tidaklah penting karena dia lebih suka dikenal dengan nama Ktut Tantri, wanita amerika yang pergi ke Indonesia meninggalkan dunia artis dan kehidupan yang bisa dikata serba cukup untuk menemukan sepotong surga yang hilang… BALI !!

Wanita ini awalnya tertarik karena melihat film tentang keindahan Bali, lalu darah petualang yang didapat dari ayahnya yang meninggal dalam sebuah ekspedisi penelitian di Afrika pun memanggilnya untuk berkunjung ke Bali.

Ketika sampai di Indonesia dan menjejakkan kaki di Batavia, wanita ini menolak untuk naik kapal hingga ke Surabaya, dia lebih memilih membeli mobil dan mengendarainya seorang diri melewati belantara hutan di Jawa pada masa itu ( sekitar tahun 1930 ), terkendala bahasa yang berbeda, seorang diri, tidak mengenal medan, dalam perjalanan ini dia bertemu seorang bocah kecil yang nyaris dia tabrak… sebuah pertemuan yang dramatis, bocah kecil dan dekil ini bernama PITO, dan Pito kecil berbicara dalam bahasa Inggris yang lancar “take me with you, I’ll be your eyes, I’ll be your ears, take me as your guide” …

Awalnya wanita ini menaruh kecurigaan kepada Pito, namun dia tak punya pilihan lain, dia membutuhkan Pito, dalam perjalanan mereka akhirnya dengan cepat menjadi akrab, Pito dapat lancar berbahasa Inggris karena dia tinggal didekat sebuah Hotel dan sering mendengar percakapan orang asing. Wanita Amerika inipun melihat betapa Pito ini kelak berpotensi menjadi seorang yang sangat dibutuhkan bangsanya, dan akhirnya Ktut dan Pito berpisah di Banyuwangi karena Pito kecil menolak pergi ke Bali.

Sesampainya di Bali wanita ini membenci perlakuan Belanda kepada warga Bali, hal ini membuat wanita ini dekat dengan Raja Klungkung hingga akhirnya dia diangkat menjadi anak dan namanya berganti menjadi Ktut Tantri.

Dan Jepang pun datang, karena dia warga Amerika maka Ktut tentu menjadi perhatian para petinggi militer jepang. Bali ketika itu dikuasai oleh Kaigun / Angkatan Laut Jepang, lalu Ktut berpindah ke Surabaya menghindari pimpinan Kaigun Bali, di Surabaya yang dikuasai oleh IJA / Angkatan Darat Jepang, namun akhirnya nasib membuat dia ditawan dan dijeboskan dalam tahanan militer Jepang, dan tidak tanggung tanggung, Ktut Tantri disiksa oleh pasukan Kempetai, berbagai macam siksaan pernah dia alami, dicabut kuku, disetrum, diarak telanjang, mulai siksaan fisik hingga siksaan mental dia terima. Bahkan teman selnya wanita  Jerman hingga bunuh diri dalam sel.

Akhirnya tibalah pada masa 45 dimana Jepang kalah perang, Ktut Tantri diselamatkan dan dirawat di sebuah rumah sakit. Suatu hari dokter datang dan berkata “berdandanlah… ada seseorang yang ingin bertemu denganmu “

Ktut penasaran, lalu masuklah tiga pemuda yang berusia 20 tahunan, dan seorang diantaranya adalah…. PITO kecil….

Ktut Tantri sangat senang, berseru “kau Pito kecil !! “ dan mereka berpelukan, kisah tentang Ktut Tantri sudah didengar oleh kalangan petinggi pejuang. Pito yang kini berpangkat Letnan dan merupakan bawahan Bung Tomo meminta Ktut untuk membantu perjuangan Rakyat Indonesia. Dan inilah awal Ktut Tantri memasuki dunia revolusi Indonesia, ketika mengiyakan ajakan Pito dan akhirnya bertemu dengan Bung Tomo dan berjuang melalui corong radio yang didengarkan hingga ke seluruh penjuru dunia.

Tim radio perjuangan antara Bung Tomo dan Ktut Tantri sangatlah luar biasa, suara Bung Tomo yang selalu ditunggu para pejuang untuk membangkitkan moral dan semangat, sedang Ktut Tantri menyuarakan dalam bahasa Inggris kepada dunia tentang keadaan yang sebenar2nya terjadi di Indonesia.

Ktut Tantri juga terlibat dalam beberapa aksi ala spionase, bertemu perwira Belanda di Hotel Oranje, membuatnya mabuk dan membuat rencana penyerangan Belanda bocor ke tangannya.

Pernah juga Ktut dengan mengendarai sebuah ambulance, berdandan sebagai perawat dan mengaku dari Palang Merah Internasional menerobos barikade pos-pos pemeriksaan tentara Belanda dengan mengakut pejuang2 yang berdandan terluka parah untuk mengambil peralatan radio komunikasi di pusat kota untuk diambil dan melanjutkan lagi siaran Radio dari luar kota Surabaya.

Sungguh masih banyak lagi kisah tentang perjuangan Ktut Tantri demi tegaknya negara ini dan demi itu dia rela mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Ktut Tantri diberitakan meninggal dalam kesepian di Sidney, Australia tanggal 27 Juli 1997

Dan sudah selayaknya kita sebagai generasi muda untuk tetap mengenang perjuangannya, bahwa pernah ada seorang wanita berkebangsaan asing yang berperan dalam pertempuran Surabaya.

 

Kutipan dari pendapat pers dari seluruh penjuru dunia tentang memoar Ktut Tantri :

This story is told with touching directness ( Salt Lake Tribune – Utah )

This is the story of one of the most remarkable woman alive today ( Books and Bookmen – London )

If Ktut Tantri comes forth on lecture tour…she would rock then in all classes ( State Tribune – Wyoming, US )

Revolt in Paradise …one of the most stimulating autobiographies I have read in years ( Evening Express –Scotland )

Revolt in Paradise is an incredible story ( New York Times )

Ktut Tantri is so obviously a woman of heart and courage, fascinating and inspiring ( The Fransisco Examiner – San Fransisco )

Ktut Tantri fought courageously with the Indonesian people for Indonesian people freedom. A remarkable book and a remarkable woman ( The Tribune – London )

Untukmu Ktut Tantri

atas baktimu

kami tuliskan rangkuman ini

Ady Erlianto Setyawan, ST.

About Ady Setyawan

Ady Setyawan, penulis dan penghobi sejarah terutama era perang kemerdekaan. Buku yang pernah diterbitkan berjudul "Benteng Benteng Surabaya". Menyukai aktivitas fisik luar ruang, lari lintas medan, menyelam, panahan dan terjun payung.

Check Also

Monumen Status Quo

Monumen Status Quo

Monumen ini dibuat untuk mengenang perjuangan TNI, Polisi dan rakyat pada saat pertempuran yang heroik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *