Home / Article / Veteran Jepang itu bernama Shigeru Ono
meraba-tipe38

Veteran Jepang itu bernama Shigeru Ono

Hari minggu yang cerah, 5 Desember 2011, berkumpul di markas RoodeBrug Soerabaia Corner tiga buah mobil dengan rincian :

Mobil1 : Rifkhi , Abigail Niendy, Gepeng , Indra, Surya, Putri

Mobil 2: Demmy, Ady , Hamzah, Wawan, Eka

Mobil 3 : Yanuar beserta keluarga

Total peserta yang berangkat berjumlah 15 orang, bertolak dari Surabaya jam 06.30 WIB

Tujuan kami hari ini adalah kota Malang dimana kami berencana untuk mewawancarai dua orang, seorang nenek veteran PMI yang terlibat dalam pertempuran Surabaya dan seorang tentara Jepang yang memihak Republik dan berjuang melawan Belanda hingga dia harus kehilangan satu lengan dalam sebuah pertempuran di Malang.

Perjalanan cukup lancar,hanya sesekali saja menjumpai kemacetan di kota Batu, cuaca sesekali gerimis dan sampailah kami dirumah pak Shigeru Ono jam 09.30

Keluarga Pak Shigeru menyambut kami dengan ramah, dimana Mbak Niendy selaku komandan rombongan juga sudah pernah bersilaturahmi ke keluarga ini sebelumnya dengan diantar oleh mas Farid dari komunitas Reenactor Malang.

gang masuk kediaman Pak Shigeru

Pak Shigeru keluar dan duduk menemui kami semua, usia beliau sudah 93 tahun,dengan kondisi fisik pendengaran berkurang, kehilangan penglihatan, kesulitan berjalan, namun kondisi kesehatannya secara umum dapat dikatakan masih baik

Setelah menyiapkan handycam beserta tripodnya, pak Shigeru pun memulai kisah hidupnya, mulai dari kota tempat dia dilahirkan hingga bagaimana dia terlibat bergabung dengan pejuang Republik ( kisah lengkapnya dapat dibaca di buku “Memoar Rahmat Shigeru Ono”

di halaman rumah pak Shigeru Ono,dengan buku memoar ditangan

Satu hal yang membuat suasana seketika itu berubah adalah ketika kami menyodorkan sebuah replika topi tentara jepang ke tangannya, beliau yang awalnya duduk santai seketika merubah posisi duduk dengan badan bergerak tegak kedepan, saya yang berada tepat disampingnya dapat melihat dengan jelas perubahan ekspresi pada wajah beliau, menarik nafas panjang, beliau taruh topi itu di satu lengannya yang putus dan meraba-raba dengan tangan kanannya, sesaat kemudian lirih suara beliau bertanya “darimana kalian dapat topi ini?”

Mbak Niendy,komandan rombongan duduk paling kanan

“itu topi replika pak” , lalu beliau melepas peci bundarnya, ada perasaan haru, menyeka air matanya dan topi jepang itupun beliau kenakan.

setelah itu Pak Sakari menyanyikan sebuah lagu mars tentara Jepang, lalu kami menyerahkan sepucuk replika senapan arisaka kami ditangannya, suasana hening, beliau meraba perlahan mulai ujung hingga pangkal senapan, memeriksa bagian pisir dan pejera dengan jari-jari tangan kanannya, menarik bolt, kemudian beliau berkata “ini senapan type 38”

Rifkhi , Pak Shigeru dan penulis

Peristiwa-peristiwa itu sudah berlalu lebih dari setengah abad yang lalu dan usianya kini 93 tahun, ada banyak hal yang beliau sudah lupa namun kenangan akan perang kemerdekaan dan nama-nama sahabat yang pernah berjuang bahu membahu tak akan pernah bisa hilang dari ingatannya.

Pak Sakari, engkau tidak akan pernah menjadi bagian yang terlupakan dihati kami, kecintaan pada Negeri ini tak akan pernah mampu terbantahkan oleh siapapun, bahkan ketika rombongan kami berpamitan untuk pulang, engkau menggenggam erat satu persatu tangan kami dan mengucapkan satu kalimat yang sama dan berulang ulang hingga 15 kali, “BERANTAS KORUPSI DARI NEGERI INI”

Dan hari itu menjadi saksi,betapa antara hati kita telah terdapat satu ikatan batin yang kuat sebagai sahabat.

Hari itu kami akhiri dengan kunjungan ke Museum Brawijaya Malang tanpa wawancara dengan veteran PMI dikarenakan ada keluarga dari Nenek veteran yang pada hari itu meninggal dunia.

Hasil rekaman wawancara dengan Pak Shigeru akan kita nikmati bersama dalam rangkaian acara Layar Tancap di Base RoodeBrug Soerabaia yang baru di Halaman Parkir Tugu Pahlawan, Sabtu 10 Desember 2011 jam 19.00 WIB

PS : replika topi Jepang,senapan arisaka dan buku memoar beliau dapat dibeli di RoodeBrug Soerabaia Corner  *promosi :p

Ditulis oleh : Ady Erlianto Setyawan

Foto : Hamzah Hoesein, Surya Mixonika

About Ady Setyawan

Ady Setyawan, penulis dan penghobi sejarah terutama era perang kemerdekaan. Buku yang pernah diterbitkan berjudul "Benteng Benteng Surabaya". Menyukai aktivitas fisik luar ruang, lari lintas medan, menyelam, panahan dan terjun payung.

Check Also

Monumen Status Quo

Monumen Status Quo

Monumen ini dibuat untuk mengenang perjuangan TNI, Polisi dan rakyat pada saat pertempuran yang heroik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *