Saturday , October 21 2017
Home / Article / Kumpulan Testimonial Veteran 3
Kumpulan Testimony dan Daftar Riwayat Singkat Pelaku Pertempuran 10 November 1945
Kumpulan Testimony dan Daftar Riwayat Singkat Pelaku Pertempuran 10 November 1945

Kumpulan Testimonial Veteran 3

Arsip koleksi DHD 45 Surabaya, memuat kesaksian-kesaksian veteran berikut :

 

  1. Harun Al Rasyid / Jl Sriwijaya 11 Surabaya / Bertempur di gudang senjata Don Bosco yang pada 11 November 45 diserang pesawat udara.
  2. Soengadi / Ambengan Batu III no 4 Surabaya / Bekerja pada instalasi minyak Krukah Usamu Dai 1585, terlibat upaya melumpuhkan Jepang yang menguasai instalasi minyak di gedung BPM ( kini gedung pertamina Jl Niaga ). Menceritakan detil suasana penyerbuan HBS, kesibukan orang-orang, semua ditulis dari sudut pandangnya selaku seorang yang berdiam didalam kampung dibelakang gedung HBS.
  3. Soeprapto Djojoadi Soeprapto / Anggota kepolisian sejak 1927. Ikut serta dalam memproklamirkan Kepolisian sebagai Polisi Republik Indonesia. Menyebut nama Duryat seorang Kepala Polisi Seksi III sebagai tokoh yang berperan mencegah pembantaian Jepang di Koblen ( kemungkinan Kombespol M Duryat ). Pada 10 Nov 45 berada digedung Gubernuran ketika kawasan itu dihujani bom, pertengahan Novemeber 45 menghadap PM Sjahrir di Jakarta untuk menyampaikan secara langsung situasi pertempuran kota Surabaya. Awal 1946 menyampaikan surat kepada Residen Sudirman untuk menangkap Sabarudin. Tahun 1947 aktif di Mojokerto.
  4. Sjafirudin  / Anggota BPRI. Saat penyerbuan Kempetai tanggal 1 Okt 45 berada diatas viaduk KA. Dari Kempetai bergerak ke HBS dimana ada tentara Jepang menembaki penduduk dari atas pohon. Terlibat langsung dalam penyerbuan gedung RRI Simpang ( kini depan Delta Plaza ). Menyaksikan bagaimana musuh yang menyerah di gedung RRI dibantai rakyat saat hendak digiring ke PRI Simpang ( Balai Pemuda ).
  5. Sanikan / Anggota BKR Nirom Embong Malang. Terlibat pertempuran sengit selama 16 jam dimuka gedung Whiteway ( kini SIOLA Jl Tunjungan ).
  6. Soekisman / Kalimas Baru I no 12 A Surabaya / Anggota AMKA ( Angkatan Muda Kereta Api) dan PRI Cabang di Jl Pandan no 1 ( kini cafe AIOLA ). Berada di stasiun Gubeng ketika Inggris memberondong rombongan pengungsi yang hendak keluar kota, korban berjatuhan.
  7. Soeprapto Martoprawiro / Jl Jambi 28  Surabaya /  Menyiapkan makam didepan Jaarmarkt ( TMP Kusuma Bangsa ). Pegawai dinas Kotapraja merangkap anggota BPRI, terlibat langsung penyerbuan HBS dimana rekan disampingnya gugur tertembak. Kendala makanan terletak pada masalah distribusi, tidak ada yang mau bertugas sebagai pengantar makanan, semua ingin maju bertempur di front, Soeprapto mengambil bagian tugas ini. Soeprapto menuliskan begitu detil pengalamannya dalam mengirim makanan ke front selama perang berlangsung, berbagai rasa takut, kekonyolan dan kelucuan dimedan perang ditulis dengan gaya khasnya. Bermarkas di Jl Pregolan sebagai anak buah Soengkono. Menyaksikan banyak jenazah dalam kondisi hancur bergelimpangan dijalanan.
  8. Soekarno / Budanco ( bintara ) PETA Gresik. Turut dalam pengepungan markas Jepang di gedung HVA ( kini PTPN ), seorang kawannya bernama Kapt Soehartono gugur saat bertempur dimuka kantor Balai Kota. Tanggal 9 Nov 45 bersama 500 orang pasukannya yang bersenjata lengkap bergerak memperkuat front terdepan mulai lapter Morokrembangan hingga Jl Perak, saat mundur meninggalkan front ini pasukannya tersisa 250 orang. Setelah perang Surabaya bergerilya di kawasan Wonosalam menghadapi marinir belanda dan batt gajah merah.
  9. Setu / Garon, Balerejo, Madiun / Anggota BKR Krembangan, terlibat pertempuran sengit dengan Inggris di Blauran, mundur ke Pacarkeling akibat dihujani mortir. Banyak korban rakyat di Pacarkeling. Turut menguburkan jenazah-jenazah yang sudah membusuk dibelakang RS Simpang, jumlah ditulis sangat banyak. Bulan Desember 45 pulang ke Madiun dan bergabung dengan TKR Madiun Resimen 31.
  10. Soebito / Jl KH Nawawi 15 Mojokerto / Pada 21 September 45 mengorganisir Kmopi TKR Sambongan dimana mereka berlatih dilapangan Masjid Kemayoran. Saat perang 10 Nov bertempur di sektor utara, kawasan ampel. Pada awal 1946 kembali masuk ke Surabaya sebagai guide tim film dari Jakarta. Sebuah film dokumenter yang menggambarkan korban perang di RS Simpang, kondisi Stasiun Gubeng saat pengungsian dan lain-lain. Melanjutkan masa gerilya di kawasan Mojokerto – Jombang.

 

Untuk download arsip yang telah didigitalisasi , silakan klik link dibawah ini :

Download Button

Download

Tim : Ady Setyawan, Marjolein van Pagee, Dimas Adi ( www.roodebrugsoerabaia.com & www.historibersama.com )

About Ady Setyawan

Ady Setyawan, penulis dan penghobi sejarah terutama era perang kemerdekaan. Buku yang pernah diterbitkan berjudul "Benteng Benteng Surabaya". Menyukai aktivitas fisik luar ruang, lari lintas medan, menyelam, panahan dan terjun payung.

Check Also

Kumpulan Testimonial Veteran 5

Kumpulan Testimonial Veteran 5

  Arsip koleksi DHD 45 Surabaya, memuat kesaksian-kesaksian veteran berikut :   Ny Koesinah Wawardi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *