Home / Article / Balai Pemuda, Darah Campuran di Simpang Jalan
Balai Pemuda, Darah Campuran Simpang Jalan

Balai Pemuda, Darah Campuran di Simpang Jalan

Bagi generasi muda Indonesia, masa bersiap adalah suatu masa yang asing terdengar, masa yang tidak pernah ditulis dalam buku sejarah. Sebaliknya bagi Belanda, masa ini adalah masa yang dijadikan alasan dan dasar propaganda Belanda untuk memerangi dan merebut kembali Hindia Belanda sebagai sapi perahan mereka.

Di Surabaya, Balai Pemuda sangat identik dengan kebrutalan masa bersiap. Ketidak tahuan akan masa bersiap menjadikan generasi kita menjadi gagap ketika harus menghadapi tudingan-tudingan mereka hingga detik ini, minimnya literasi tak jarang membuat mereka menelan mentah-mentah apapun yang ditulis dan dituduhkan oleh para penulis asing yang juga dipercaya oleh sebagian besar pembacanya.

Bagaimana pembunuhan itu bisa terjadi ? Benarkah seluruh kelompok Indo Belanda dalam keadaan terancam pada masa itu? Tuduhan bahwa Soetomo berada dibelakang pembantaian ini adalah sebuah tuduhan yang serius, dapatkah dipertanggungjawabkan ? Apa pula dasar mereka menjatuhkan tuduhan tersebut ?

Dalam buku ini kami melakukan penelusuran darimana tuduhan terhadap Soetomo bermula, sumber demi sumber dan para pembaca akan bisa melihat bagaimana ketika historiografi saling terikat erat namun memiliki hasil bertentangan dan bias diberikan oleh masing-masing pihak.

Perang Surabaya memang bukan selalu tentang kejayaan, keberanian atau romantisme revolusi merah putih. Ada sisi gelap disana yang menyimpan jeritan, horor, trauma , kebencian dan dendam. Semoga ulasan dalam buku ini yang menuliskan tentang Balai Pemuda dan Makam Ereveld Kembang Kuning dapat membuat generasi muda kita mengenal masa bersiap sekaligus mampu melakukan counter atas tuduhan-tuduhan penulis asing yang menyudutkan.

Dan semoga kita semua bisa sungguh-sungguh belajar dari SEJARAH dan tidak perlu dikutuk untuk mengulanginya dua kali.

Judul Buku : “Surabaya, Di Mana Kau Sembunyikan Nyali Kepahlawananmu?”
Penulis : Ady Setyawan & Marjolein van Pagee
Penerbit : Matapadi Publisher
Jumlah Halaman : 213 , foto berwarna

Launching tanggal 19 Agustus 2018
Multifunction Hall BG Junction Surabaya Jam 19.00 WIB
Silahkan hadir 🙂

About Ady Setyawan

Ady Setyawan, penulis dan penghobi sejarah terutama era perang kemerdekaan. Buku yang pernah diterbitkan berjudul "Benteng Benteng Surabaya". Menyukai aktivitas fisik luar ruang, lari lintas medan, menyelam, panahan dan terjun payung.

Check Also

Monumen Status Quo

Monumen Status Quo

Monumen ini dibuat untuk mengenang perjuangan TNI, Polisi dan rakyat pada saat pertempuran yang heroik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *