Home / Article / Tugu Status Quo Pujon
IMG_20180812_152250[1]

Tugu Status Quo Pujon

IMG_20180812_152250[1]
Pada tanggal 1 Agustus 1947, DK PBB memerintahkan agar pihak Indonesia dan Belanda menghentikan tembak-menembak akibat dilancarkannya aksi Agresi Militer I ketika Belanda menyatakan tidak terikat lagi pada perjanjian Linggarjati. Akhirnya pada tanggal 4 Agustus 1947, Belanda mengumumkan gencatan senjata.
DK PBB mengambil peran dalam upaya penyelesaian pertikaian antara Indonesia Belanda dengan membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang terdiri atas:
1. Australia yang dipilih oleh Indonesia
2. Belgia yang dipilih oleh Belanda
3. Amerika Serikat yang dipilih oleh Australia dan Belgia
KTN memediasi perundingan antara Indonesia dan Belanda. Perundingan pada Januari 1948 dilakukan di atas kapal Renville yaitu Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat. Oleh karena itu, hasil perundingan ini dinamakan Perjanjian Renville.
Hasil dari perjanjian Renville adalah :
1. Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah,Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian Jawa Timur dan Sumatera.
2. Tentara Republik Indonesia ditarik mundur dari daerah-daerah yang telah diduduki Belanda.
Hasil Perjanjian Renville sangat merugikan Indonesia karena wilayah kekuasaan menjadi semakin sempit.
Setelah Perjanjian Renville, KTN datang ke Pujon untuk menentukan garis demarkasi. Berdasarkan hasil keputusan KTN, Belanda dan Indonesia, Garis Demarkasi ditetapkan di desa Pandesari. Garis Demarkasi mengakibatkan perubahan signifikan bagi pertahanan TNI di wilayah Pujon.
Sesudah penetapan Garis Demarkasi, pertahanan TNI terpaksa mundur sejauh 2 Km dari garis semula dengan demikian daerah sebelah timur garis Status Quo menjadi wilayah Belanda (Batu) sedangkan daerah sebelah barat Status Quo menjadi wilayah Indonesia (Pujon Barat, Ngantang, Kasembon dan Kediri).
Tugu Status Quo sebagai penanda hasil perjanjian Renville tersebut berada di pinggir jalan raya Pujon Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.
Sumber Referensi :
1. Renville
2. Perjuangan Total Brigade IV

About rifkhi sulaksmono

Lahir di Jogjakarta, 4 Desember 1980 lulusan fakultas ekonomi akuntansi Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, hobby penelusuran situs pertempuran diberbagai daerah.

Check Also

Monumen Status Quo

Monumen Status Quo

Monumen ini dibuat untuk mengenang perjuangan TNI, Polisi dan rakyat pada saat pertempuran yang heroik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *