Saturday , October 21 2017
Home / Article

Article

Roodebrug Soerabaia in commemoration for Bersiap Victim

Open Letter Response from director of the Dutch Oorlogsgravenstichting (OGS) in Indonesia, Robbert van de Rijdt

Terjemahan jawaban atas surat terbuka kepada Mr Robbert Van De Rijdt, Direktur OGS : Dear Mr Ady Setyawan, Izinkan saya menjawab 4 pertanyaan anda : 1. Email-email yang saya kirimkan adalah email pribadi dan atas nama akun pribadi. Saya sadari kini bahwa itu bisa berhubungan dengan posisi jabatan saya. Selain itu, …

Read More »
Roode brug Soerabaia initiated a commemoration Bersiap-period victim.

Morality is about having a sense about what is right or wrong

Open Letter to director of the Dutch Oorlogsgravenstichting (OGS) in Indonesia, Robbert van de Rijdt Sender: Ady Setyawan, Chairman and founder of RoodeBrug Soerabaia foundation On Sunday, October 8 2017, we, Indonesian youth from Roode brug community in Surabaya, initiated a commemoration for those who died during the Bersiap-period. We …

Read More »
Roodebrug Surabaya memperingati korban era bersiap

Moralitas adalah memiliki perasaan mana yang benar atau salah

Surat terbuka kepada Kepala OGS ( Oorlogsgravenstichting ) di Indonesia, Robbert van de Rijdt Pengirim : Ady Setyawan, ST. Pendiri yayasan Jembatan Merah Surabaya Pada hari minggu 8 Oktober 2017,kami anak-anak muda Indonesia dari komunitas Roodebrug di Surabaya membuat peringatan untuk mereka yang menjadi korban era bersiap. Kami menaruh bunga …

Read More »
ILUSTRASI MATAHARI YANG INGIN TENGGELAM DI BENTENG KEDUNG COWEK

MATAHARI YANG INGIN TENGGELAM DI BENTENG KEDUNG COWEK

 MATAHARI YANG INGIN TENGGELAM DI BENTENG KEDUNG COWEK* Oleh: Joe Pradana   “..sebagian dari mereka tewas di Benteng-Benteng Kedung Cowek. Semoga rakyat Surabaya juga mengenang putera-puteri Sumatera yang gugur sebagai Pahlawan tak dikenal dalam mempertahankan kota Surabaya..” -Wiliater Hutagalung- “semakin banyak darah ku yang menetes pada lantai Benteng ini, aku …

Read More »

Terloepa

(Oleh Ardi Wina Saputra)   Kupandangi dari balik kelambu jendela kamar, puluhan burung besi mengitari langit Surabaya. Menggelepar-geleparkan sayapnya bermandikan terik sang surya. Berderu gaduh riuh menceracau satu sama lain, sepakat hendak memuntahkan isi perut masing-masing. Biasanya, mereka datang untuk menyemburkan halilintar atau menghujani tanah dengan butiran peluru. Namun, kali …

Read More »